Nama : Krisna Dwi Cahyo
NIM : 160411100054
Kelas : IT Governance-A
NIM : 160411100054
Kelas : IT Governance-A
Performance Measurement/Pengukuran Kinerja adalah suatu proses
penilaiankemajuan pekerjaan terhadap tujuan dan sasaran yang telah
ditentukansebelumnya, termasuk informasi atas efisiensi penggunaan sumber daya
dalammenghasilkan barang dan jasa, kualitas barang dan jasa, hasil kegiatan
dibandingkan dengan maksud yang diinginkan dan efektivitas tindakan
dalammencapai tujuan. Elemen pokok suatu pengukuran kinerja antara lain:
1.
Menetapkan tujuan, sasaran, dan strategi organisasi.Tujuan adalah
pernyataan secara umum tentang apa yang ingin dicapaiorganisasi. Sasaran
merupakan tujuan organisasi yang sudah dinyatakan secaraeksplisit dengan
disertai batasan waktu yang jelas. Strategi adalah cara atauteknik yang
digunakan organisasi untuk mencapai tujuan dan sasaran.
2.
Merumuskan indikator dan ukuran kinerja.!ndikator kinerja mengacu pada
penilaian kinerja secara tidak langsung yaituhal”hal yang sifatnya hanya
merupakan indikasi”indikasi kinerja. #kurankinerja mengacu pada penilaian kinerja
secara langsung.
3.
Mengukur tingkat ketercapaian tujuan dan sasaran”sasaran organisasi. Jika
kita sudah mempunyai indikator dan ukuran kinerja yang jelas, maka pengukuran
kinerja bisa diimplementasikan. Mengukur tingkat ketercapaiantujuan, sasaran
dan strategi adalah membandingkan hasil aktual dengan indikator dan ukuran
kinerja yang telah ditetapkan.
4.
Evaluasi kinerja.Evaluasi kinerja akan memberikan gambaran kepada penerima
informasimengenai nilai kinerja yang berhasil dicapai organisasi.
Kaitan Performance Measurement dengan IT Governance
IT Governance mengenalkan dua elemen tata kelola teknologi informasi yang
saling terkait yaitu manajemen resiko dan manajemen kinerja serta
menghubungkannya sebagai satu kesatuan. Secara mendasar, tata kelola teknologi
informasi memusatkan perhatian pada dua hal yaitu :
§ Teknologi informasi
membawa nilai pada bisnis.
§ Teknologi informasi
menghasilkan resiko.
Hal pertama dipicu oleh penyelarasan strategis teknologi informasi dengan
bisnis, sedangkan yang kedua dipicu oleh akuntabilitas perusahaan. Keduanya
memerlukan pengukuran, misalnya menggunakan balance scorecard. Keseluruhannya
akan mengarah pada empat fokus utama tata kelola teknologi informasi yang
dikendalikan oleh nilai stakeholder. Dua diantaranya adalah dampaknya yaitu
pada penyampaian nilai (value delivery)dan mitigasi resiko (risk
mitigation). Keduanya memicu penyelarasan strategis dan manajemen kinerja
yang baik.
Value delivery berfokus pada bagaiman mengoptimalkan nilai tambah dari teknologi
informasi dalam mencapai visi dan misi suatu organisasi dimana sebuah
perusahaan dapat menggunakan kapasitasnya dan infrastrukturnya untuk
mengantarkan penawaran nilai baru lebih efisien. Dalam sistem Value
Delivery, perusahaan harus membentuk kemitraan dengan anggota rantai pemasok
lainnya”.Karena menghadapi persaingan yang ketat, maka guna memuaskan
pelanggannya melakukan cara menjalin kemitraan dengan pemasok, dan
distributornya untuk menciptakan jaringan penyerahan nilai yang lebih baik.
Risk management berfokus pada bagaimana melakukan identifikasi
kemungkinan resiko-resiko yang ada, serta bagaimana mengatasi dampak dari
resiko-resiko tersebut. Risk management, jika value delivery berfokus
pada penciptaan nilai, manajemen risiko mencakup proses pelestarian nilai.
Persyaratan pengendalian internal dan kebutuhan untuk menunjukkan tata kelola
perusahaan yang sehat kepada pemegang saham, pelanggan dan stakeholder lainnya
merupakan penggerak utama untuk kegiatan manajemen risiko di perusahaan.
Manajemen risiko harus merupakan proses yang berkesinambungan, dimulai dengan
identifikasi risiko (dampak pada aset, ancaman dan kerentanan). Setelah
diidentifikasi, risiko harus dikurangi dengan penanggulangan (kontrol). Kinerja
proses mitigasi risiko (termasuk penerimaan risiko) harus dikelola, yaitu,
diukur dan dipantau.
IT Governance merupakan siklus hidup terus menerus, dimana perusahaan dapat
memulai dari mana saja. Namun biasanya, perusahaan memulainya dari strategi dan
penyelarasannya dengan perusahaan (IT Strategic Alignment). Kemudian
implementasi yang terjadi dan memberikan nilai dari strategi yang dijanjikan (IT
value delivery) dan mengatasi resiko yang perlu di mitigasi (Risk
Management). Pada interval tertentu (dengan rekomendasi terus-menerus) strategi
perlu dipantau dan hasilnya diukur, dilaporkan, dan ditindaklanjuti (Performance
Measurement). Lalu umumnya secara tahunan strategi tersebut dievaluasi
ulang dan disesuaikan jika diperlukan (IT strategic Alignment).

