Selasa, 22 Mei 2018

Tata Kelola TI : Pengukuran Performa dan Management Sumber Daya


Nama : Krisna Dwi Cahyo
NIM : 160411100054
Kelas : IT Governance-A
Performance Measurement/Pengukuran Kinerja adalah suatu proses penilaiankemajuan pekerjaan terhadap tujuan dan sasaran yang telah ditentukansebelumnya, termasuk informasi atas efisiensi penggunaan sumber daya dalammenghasilkan barang dan jasa, kualitas barang dan jasa, hasil kegiatan dibandingkan dengan maksud yang diinginkan dan efektivitas tindakan dalammencapai tujuan. Elemen pokok suatu pengukuran kinerja antara lain:

1.      Menetapkan tujuan, sasaran, dan strategi organisasi.Tujuan adalah pernyataan secara umum tentang apa yang ingin dicapaiorganisasi. Sasaran merupakan tujuan organisasi yang sudah dinyatakan secaraeksplisit dengan disertai batasan waktu yang jelas. Strategi adalah cara atauteknik yang digunakan organisasi untuk mencapai tujuan dan sasaran.
2.      Merumuskan indikator dan ukuran kinerja.!ndikator kinerja mengacu pada penilaian kinerja secara tidak langsung yaituhal”hal yang sifatnya hanya merupakan indikasi”indikasi kinerja. #kurankinerja mengacu pada penilaian kinerja secara langsung.
3.      Mengukur tingkat ketercapaian tujuan dan sasaran”sasaran organisasi. Jika kita sudah mempunyai indikator dan ukuran kinerja yang jelas, maka pengukuran kinerja bisa diimplementasikan. Mengukur tingkat ketercapaiantujuan, sasaran dan strategi adalah membandingkan hasil aktual dengan indikator dan ukuran kinerja yang telah ditetapkan.
4.      Evaluasi kinerja.Evaluasi kinerja akan memberikan gambaran kepada penerima informasimengenai nilai kinerja yang berhasil dicapai organisasi.
Kaitan Performance Measurement dengan IT Governance
IT Governance mengenalkan dua elemen tata kelola teknologi informasi yang saling terkait yaitu manajemen resiko dan manajemen kinerja serta menghubungkannya sebagai satu kesatuan. Secara mendasar, tata kelola teknologi informasi memusatkan perhatian pada dua hal yaitu :
§  Teknologi informasi membawa nilai pada bisnis.
§  Teknologi informasi menghasilkan resiko.
Hal pertama dipicu oleh penyelarasan strategis teknologi informasi dengan bisnis, sedangkan yang kedua dipicu oleh akuntabilitas perusahaan. Keduanya memerlukan pengukuran, misalnya menggunakan balance scorecard. Keseluruhannya akan mengarah pada empat fokus utama tata kelola teknologi informasi yang dikendalikan oleh nilai stakeholder. Dua diantaranya adalah dampaknya yaitu pada penyampaian nilai (value delivery)dan mitigasi resiko (risk mitigation). Keduanya memicu penyelarasan strategis dan manajemen kinerja yang baik.
Value delivery berfokus pada bagaiman mengoptimalkan nilai tambah dari teknologi informasi dalam mencapai visi dan misi suatu organisasi dimana sebuah perusahaan dapat menggunakan kapasitasnya dan infrastrukturnya untuk mengantarkan penawaran nilai baru lebih efisien. Dalam sistem Value Delivery, perusahaan harus membentuk kemitraan dengan anggota rantai pemasok lainnya”.Karena menghadapi persaingan yang ketat, maka guna memuaskan pelanggannya melakukan cara menjalin kemitraan dengan pemasok, dan distributornya untuk menciptakan jaringan penyerahan nilai yang lebih baik.
Risk management berfokus pada bagaimana melakukan identifikasi kemungkinan resiko-resiko yang ada, serta bagaimana mengatasi dampak dari resiko-resiko tersebut. Risk management, jika value delivery berfokus pada penciptaan nilai, manajemen risiko mencakup proses pelestarian nilai. Persyaratan pengendalian internal dan kebutuhan untuk menunjukkan tata kelola perusahaan yang sehat kepada pemegang saham, pelanggan dan stakeholder lainnya merupakan penggerak utama untuk kegiatan manajemen risiko di perusahaan. Manajemen risiko harus merupakan proses yang berkesinambungan, dimulai dengan identifikasi risiko (dampak pada aset, ancaman dan kerentanan). Setelah diidentifikasi, risiko harus dikurangi dengan penanggulangan (kontrol). Kinerja proses mitigasi risiko (termasuk penerimaan risiko) harus dikelola, yaitu, diukur dan dipantau.
IT Governance merupakan siklus hidup terus menerus, dimana perusahaan dapat memulai dari mana saja. Namun biasanya, perusahaan memulainya dari strategi dan penyelarasannya dengan perusahaan (IT Strategic Alignment). Kemudian implementasi yang terjadi dan memberikan nilai dari strategi yang dijanjikan (IT value delivery) dan mengatasi resiko yang perlu di mitigasi (Risk Management). Pada interval tertentu (dengan rekomendasi terus-menerus) strategi perlu dipantau dan hasilnya diukur, dilaporkan, dan ditindaklanjuti (Performance Measurement). Lalu umumnya secara tahunan strategi tersebut dievaluasi ulang dan disesuaikan jika diperlukan (IT strategic Alignment).

  • Resource management: adalah tentang investasi yang optimal, dan pengelolaan yang tepat atas sumber daya TI yang kritis, yaitu antara lainaplikasi, informasi, infrastruktur dan orang-orang. Isu-isu kunci berkaitandengan optimasi pengetahuan dan infrastruktur.

    Jumat, 06 April 2018

    Information Technology Infrastruktur Library ( ITIL )


    INFORMATION TECHNOLOGY INFRASTRUCTURE LIBRARY
    ( ITIL )

    Nama : Krisna Dwi Cahyo
    NIM : 160411100054
    Kelas : IT Governance-A

    Sejarah ITIL

      ITIL dibangun sejak tahun 1980 oleh The Central Computer and Telecommunications Agency (CCTA), sekarang disebut Office of Government Commerce (OGC).  Pada awalnya ITIl terdiri dari 40 publikasi.  ITIL diadopsi oleh perusahaan-perusahaan di Eropa sekitar tahun 1990-an, dan sejak itu berkembang dengan pesat.  ITIL digunakan baik oleh perusahaan maupun oleh government.
    Pada tahun 2001 ITIL versi 2 dikeluarkan, terdiri dari 8 publikasi.  Beberapa tahun kemudian ITIL ini menjadi IT Service Management best practice yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.
    ITIL versi 3 datang pada tahun 2007 dengan 5 publikasi yaitu Service Strategy, Service Design, Service Transition, Service Operation and Continual Service Improvement. Versi ini menekankan pada integrasi antara bisnis dengan IT dan menekankan pada pendekatan lifecycle untuk  service management.


    PENGERTIAN (I.T.I.L)

    ITIL atau (Information Technology Infrastructure Library) 

      adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan serta operasi teknologi informasi (TI). Nama ITIL diterbitkan dalam suatu rangakaian buku yang masing-masing membahas suatu topic pengelolaan TI. Nama ITIL dan TI Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.

    ITIL memberikan deskripsi detail tentang beberapa praktek TI penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat di sesuaikan dengan segala jenis organisasi TI.



    PERKEMBANGAN I.T.I.L

       Dalam perkembangannya, ITIL telah mengalami perkembangan seiring dengan berkembangnya teknologi informasi. Pada awal perkembangannya, dokumentasi ITIL teridiri dari kurang lebih 40 publikasi yang terbagi kedalam modul-modul terpisah, setelah itu untuk simplifikasi serta kemudahan implementasu ITIL dibagi kedalam 7 domain yang masing-masing saling berhubungan dan dapat berdiri sendiri.

          Dalam perkembangan fase ini atau sekarang disebut juga dengan ITIL versi 2, domain Service Support dan Service Delivery dijadikan sebagai CORE dalam tata kelola layanan teknologi informasi atau IT Service Management. Versi terakhir dari ITIL adalah versi 3 .

    Framework ITIL dikembangkan sejak 1980-an oleh Office of Government Commerce (Departemen Perdagangan) Inggris sebagai guidance bagi organisasi/perusahaan disana. Pada pertengahan 1990, ITIL diakui dunia menjadi standar de facto di bidang service management. ITIL menyediakan sekumpulan best practice yang lengkap dan konsisten untuk ITSM, serta mempromosikan pendekatan kualitas untuk mencapai efektivitas dan efisiensi organisasi dalam penggunaan sistem informasi.

        Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990 dengan spesifikasi versi kedualnya (ITIL v-2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (antar layanan) dan Service Support (dunkungan layanan).

    MANFAAT ITIL


    Mengurangi biaya dengan memperbaiki proses

    Meningkatkan layanan TI dalam hal kualitas

    Meningkatkan kepuasan pelanggan

    Proses & prosedur terdokumentasi

    Meningkatkan produktivitas dengan ion fokus pada daerah yang dibutuhkan
    Peningkatan penggunaan keterampilan staf & pengalaman


                           





    a.) Service Strategy

    Inti dari ITIL Service Lifecycle adalah Service Strategy.

    Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle. 



    Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy :


    • Service Portfolio Management
    • Financial Management
    • Demand Management

    b.) Service design

    Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.

    Ruang lingkup Service Design tidak melulu hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan.

    Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:

    1. Service Catalog Management
    2. Service Level Management
    3. Supplier Management
    4. Capacity Management
    5. Availability Management
    6. IT Service Continuity Management
    7. Information Security Management

                                  c.) Service Traansition

          Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang dirubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.

                                 d.) Service Operation

         Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup  kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.
    Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
    1. Event Management
    2. Incident Management
    3. Problem Management
    4. Request Fulfillment
    5. Access Management

                             e.) Continual Srvice Improvement

           Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas.
    Penerapan ini merupakan pendahuluan dari Countinual Service Inprovement (CSI) berdasarkan ISO/IEC 20000, yang merupakan : 

    •  Mendefinsikan pemeriksaan yang dibutuhkan dalam melakukan eksekusi
    pada tahapan pemeriksaan.
    •  Mengidentifikasikan komparisasi tampilan berdasarkan CSI serta lifecycle
        yang lainnya.
    •  Mengidentifikasikan proses aktivitas yang membutuhkan pengenalan.
    •  Mengidentifikasikan kewajiban dan wewenang dari manajemen.
    •  Mencari tools yang dibutuhkan untuk mendukung dan mempros
       dokumen

    sumber:





    Jumat, 17 November 2017

    PBO 2017, Teknik Informatika UTM ( Abstract Class, Concrete Class dan Interface )

    Nama : Krisna Dwi Cahyo
    NIM : 160411100054



    Abstract class adalah kelas yang terletak pada posisi tertinggi pada tingkatan kelas. Kelas ini 
     digunakan sebagai tempat bagi penurunan kelas lainnya, sehingga abstract class tidak dapat digunakan secara langsung menjadi object. Suatu abstract class bisa mengandung method kongkrit dan/atau method abstract. Abstract method meruapakan suatu method yang tidak mempunyai badan method. Hanya berupa nama method dan parameter inputan method.

    Concrete Class adalah kelas yang memiliki objek secara jelas dan pasti antara lain rumah, mobil, dan sepeda


    Interface adalah kumpulan method yang hanya memuat deklarasi dan struktur method, tanpa detail implementasinya. Sedangkan detail dari method berada pada class yang mengimplementasikan interface tersebut. Interface digunakan bila Anda ingin mengaplikasikan suatu method yang spesifik, yang tidak diperoleh dari proses inheritance

    Abstract Class dikatakan Abstract karena class tersebut tidak diimplementasikan secara langsung di class tersebut. Melainkan diimplementasikan di class lain yang merupakan class anak dari abstract class itu. Itulah sebabnya dinamakan abstract class. Berikut perbedaan antara class abstract dengan interface:
    • Abstract class dapat memiliki tipe data dengan semua tipe data, sedangkan interface tipe datanya hanya berupa konstanta
    • Method pada abstract class dapat berupa method kongkrit dan method abstract. Sedangkan pada interface semua method harus berupa method abstract.
    • Interface Class jelas berbeda dengan abstract class. Karena class ini mengimplementasikan methodnya di class lain dihubungkan dengan kata “implements”. Method class interface tadi diimplementasikan dengan nama method yang sama di class
    • yang diimplementasikan.
      Contoh Program yang mencakup Abstract, Concrete dan Interface

    Pada contoh kali ini saya mencoba untuk membuat contoh penerapan itu semua, saya menggunakan Motor & Jenis sebagai abstract, kemudian jenis dan tipe sebagai super class. ATV sebagai cocrete dan Roda sebagai Interface.

    Motor.

    package tugas8;

    public abstract class Motor extends Jenis {

    }

    Jenis.

    package tugas8;

    public abstract class Jenis {

        public abstract void model();

        public abstract void tipe();

    }

    Program Utama 

    package tugas8;

    public class progutama {
        public static void main(String[]args){
            progutama k = new progutama();
            System.out.println("Model Motor");
            k.model();
            System.out.println("Tipe Motor");
            k.tipe();
            k.Roda();
        }
       
        public void Roda() {
            System.out.println("Beroda 2");
           
        }
        public static void model() {
            System.out.println("Sport ");
           
        }

        public static void tipe() {
            System.out.println("Vixion");
           
        }

    }

    Program ATV

    package tugas8;

    public class Progatv {
        public static void main(String[]args){
            Progatv k = new Progatv();
            System.out.println("Model Motor");
            k.model();
            System.out.println("Tipe Motor");
            k.tipe();
        }
       
        public static void tipe() {
            System.out.println("Off Road ");
           
        }

        public static void model() {
            System.out.println("Yzr-R1");
           
        }

    }

    Roda

    package tugas8;

    public interface Roda {

        public abstract void Roda();

    }

    Hasil Runing Program

     


     

    Tata Kelola TI : Pengukuran Performa dan Management Sumber Daya

    Nama : Krisna Dwi Cahyo NIM : 160411100054 Kelas : IT Governance-A Performance Measurement/Pengukuran Kinerja adalah suatu proses penila...