Jumat, 06 April 2018

Information Technology Infrastruktur Library ( ITIL )


INFORMATION TECHNOLOGY INFRASTRUCTURE LIBRARY
( ITIL )

Nama : Krisna Dwi Cahyo
NIM : 160411100054
Kelas : IT Governance-A

Sejarah ITIL

  ITIL dibangun sejak tahun 1980 oleh The Central Computer and Telecommunications Agency (CCTA), sekarang disebut Office of Government Commerce (OGC).  Pada awalnya ITIl terdiri dari 40 publikasi.  ITIL diadopsi oleh perusahaan-perusahaan di Eropa sekitar tahun 1990-an, dan sejak itu berkembang dengan pesat.  ITIL digunakan baik oleh perusahaan maupun oleh government.
Pada tahun 2001 ITIL versi 2 dikeluarkan, terdiri dari 8 publikasi.  Beberapa tahun kemudian ITIL ini menjadi IT Service Management best practice yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.
ITIL versi 3 datang pada tahun 2007 dengan 5 publikasi yaitu Service Strategy, Service Design, Service Transition, Service Operation and Continual Service Improvement. Versi ini menekankan pada integrasi antara bisnis dengan IT dan menekankan pada pendekatan lifecycle untuk  service management.


PENGERTIAN (I.T.I.L)

ITIL atau (Information Technology Infrastructure Library) 

  adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan serta operasi teknologi informasi (TI). Nama ITIL diterbitkan dalam suatu rangakaian buku yang masing-masing membahas suatu topic pengelolaan TI. Nama ITIL dan TI Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.

ITIL memberikan deskripsi detail tentang beberapa praktek TI penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat di sesuaikan dengan segala jenis organisasi TI.



PERKEMBANGAN I.T.I.L

   Dalam perkembangannya, ITIL telah mengalami perkembangan seiring dengan berkembangnya teknologi informasi. Pada awal perkembangannya, dokumentasi ITIL teridiri dari kurang lebih 40 publikasi yang terbagi kedalam modul-modul terpisah, setelah itu untuk simplifikasi serta kemudahan implementasu ITIL dibagi kedalam 7 domain yang masing-masing saling berhubungan dan dapat berdiri sendiri.

      Dalam perkembangan fase ini atau sekarang disebut juga dengan ITIL versi 2, domain Service Support dan Service Delivery dijadikan sebagai CORE dalam tata kelola layanan teknologi informasi atau IT Service Management. Versi terakhir dari ITIL adalah versi 3 .

Framework ITIL dikembangkan sejak 1980-an oleh Office of Government Commerce (Departemen Perdagangan) Inggris sebagai guidance bagi organisasi/perusahaan disana. Pada pertengahan 1990, ITIL diakui dunia menjadi standar de facto di bidang service management. ITIL menyediakan sekumpulan best practice yang lengkap dan konsisten untuk ITSM, serta mempromosikan pendekatan kualitas untuk mencapai efektivitas dan efisiensi organisasi dalam penggunaan sistem informasi.

    Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990 dengan spesifikasi versi kedualnya (ITIL v-2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (antar layanan) dan Service Support (dunkungan layanan).

MANFAAT ITIL


Mengurangi biaya dengan memperbaiki proses

Meningkatkan layanan TI dalam hal kualitas

Meningkatkan kepuasan pelanggan

Proses & prosedur terdokumentasi

Meningkatkan produktivitas dengan ion fokus pada daerah yang dibutuhkan
Peningkatan penggunaan keterampilan staf & pengalaman


                       





a.) Service Strategy

Inti dari ITIL Service Lifecycle adalah Service Strategy.

Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle. 



Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy :


  • Service Portfolio Management
  • Financial Management
  • Demand Management

b.) Service design

Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.

Ruang lingkup Service Design tidak melulu hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan.

Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:

1. Service Catalog Management
2. Service Level Management
3. Supplier Management
4. Capacity Management
5. Availability Management
6. IT Service Continuity Management
7. Information Security Management

                              c.) Service Traansition

      Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang dirubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.

                             d.) Service Operation

     Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup  kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
1. Event Management
2. Incident Management
3. Problem Management
4. Request Fulfillment
5. Access Management

                         e.) Continual Srvice Improvement

       Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas.
Penerapan ini merupakan pendahuluan dari Countinual Service Inprovement (CSI) berdasarkan ISO/IEC 20000, yang merupakan : 

•  Mendefinsikan pemeriksaan yang dibutuhkan dalam melakukan eksekusi
pada tahapan pemeriksaan.
•  Mengidentifikasikan komparisasi tampilan berdasarkan CSI serta lifecycle
    yang lainnya.
•  Mengidentifikasikan proses aktivitas yang membutuhkan pengenalan.
•  Mengidentifikasikan kewajiban dan wewenang dari manajemen.
•  Mencari tools yang dibutuhkan untuk mendukung dan mempros
   dokumen

sumber:





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tata Kelola TI : Pengukuran Performa dan Management Sumber Daya

Nama : Krisna Dwi Cahyo NIM : 160411100054 Kelas : IT Governance-A Performance Measurement/Pengukuran Kinerja adalah suatu proses penila...